Umrah I'tikaf Ramadan 1448 H | Mutiara Ka'bah
Masjidil Haram
Umrah I'tikaf Ramadan 1448 H · Mutiara Ka'bah

Sepuluh malam terakhir Ramadan hingga Idulfitri di Makkah.

Umrah di bulan Ramadan, i'tikaf di Masjidil Haram, mencari Lailatul Qadar, lalu menyambut Idulfitri di Makkah. Program ini disusun untuk jemaah yang ingin memberi ruang lebih besar bagi ibadah di penghujung Ramadan.

18 hari22 Februari 2027
Rp33.975.000quad · 4 orang/kamar
45 jemaahkuota keberangkatan
I'tikaf + LebaranMakkah + Madinah
Kenapa akhir Ramadan begitu istimewa?

Ada alasan ibadah yang jelas mengapa orang ingin berada di Makkah pada hari-hari ini.

Umrah Ramadan memiliki keutamaan khusus. Rasulullah ﷺ beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan, dan pada malam-malam itulah Lailatul Qadar dicari.

Umrah Ramadan

Umrah pada bulan Ramadan menyamai haji dalam pahala. Keutamaan ini tidak menggugurkan kewajiban Haji.

HR. Bukhari 1782
10 hari terakhir

Rasulullah ﷺ beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga beliau wafat.

HR. Bukhari 2026
Lailatul Qadar

Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk mencarinya pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan.

HR. Bukhari 2017
Baitullah & i'tikaf

QS. Al-Baqarah:125 menyebut tawaf, i'tikaf, rukuk, dan sujud di Baitullah.

QS. Al-Baqarah:125
Catatan jemaah · Ramadan 1447 H / 2026

Rencana itu awalnya datang dari rumah.

Istri, mertua, dan adik ipar sudah lebih dulu mendaftar Umrah Ramadan. Saya baru benar-benar ingin ikut setelah melihat mereka akan berangkat. Ketika akhirnya saya bertanya, kuota paket mereka sudah penuh.

Saya lalu mencari program I'tikaf dengan jadwal yang berdekatan. Sejujurnya, saat itu dana yang benar-benar tersedia baru cukup untuk DP Rp5 juta. Bisa dibilang nekat.

Setelah DP, saya justru semakin serius mematangkan rencana. Saya membuat planner, menghitung biaya, kewajiban yang tetap harus berjalan, tenggat pelunasan, dan skenario jika pemasukan tambahan tidak datang sesuai rencana. Di saat yang sama, saya berusaha memperbaiki niat, menjaga salat lebih baik, bertaubat, dan terus memohon kepada Allah agar dimudahkan menyelesaikan pelunasan.

Di tengah proses itu, alasan berangkat menjadi lebih personal. Ibu sedang sakit berat. Di pesawat, doa untuk beliau membuat saya menangis. Saat tawaf tujuh putaran, nama beliau terus saya sebut.

Ini umrah pertama saya. Dan langsung masuk ke bagian akhir Ramadan.
Catatan perjalanan 2026 ini berasal dari pengalaman bersama Ceria Travel. Program Mutiara Ka'bah 2027 adalah keberangkatan yang berbeda; detail layanan dan kondisi lapangan mengikuti program yang berlaku.
Keberangkatan dari YIA sebelum Umrah Itikaf 2026
YIA · sebelum perjalanan dimulai.
Di kabin IndiGo menuju Mumbai
Di kabin IndiGo menuju Mumbai.
Di bus menuju Kady Palace setelah tiba di Saudi dalam keadaan ihram
Menuju Kady Palace setelah tiba di Saudi, masih mengenakan ihram.
Rombongan Umrah I'tikaf 7 Maret 2026
Rombongan Umrah I'tikaf · 7 Maret 2026.
Siapa yang ikut program seperti ini?

Ternyata tidak ada satu tipe jemaah.

Di rombongan ada first timer seperti saya, ada yang sudah pernah umrah atau haji, ada keluarga, pasangan, jemaah yang datang sendiri di usia 50-an, bahkan ada yang sudah dua kali mengikuti program I'tikaf serupa.

Perbedaan itu terasa setelah beberapa hari. Ada yang kuat hampir setiap malam ke Haram. Ada yang memilih malam ganjil. Ada yang perlu memberi tubuh waktu untuk pulih. Ritme orang lain tidak bisa dipakai sebagai ukuran kemampuan diri sendiri.

First timer perlu lebih banyak gambaran tentang hal-hal yang belum pernah dialami.
Repeat pilgrim biasanya sudah punya ritme dan referensi sendiri.
Jemaah solo perlu lebih disiplin pada titik kumpul dan komunikasi.
Keluarga & pasangan perlu menyamakan tenaga, ritme, dan keputusan ketika salah satu mulai drop.
Hari pertama

Setelah transit semalaman, kami belum langsung bisa istirahat.

IndiGo berangkat sore dari Jakarta. Transit Mumbai terjadi tengah malam sampai dini hari: banyak berjalan, antre pemeriksaan, dan membawa tas kabin dari satu titik ke titik berikutnya. Tas yang terasa biasa saja saat berangkat mendadak terasa terlalu besar ketika badan mulai lelah.

IndiGo juga bukan maskapai full service. Makanan tidak otomatis tersedia seperti pada maskapai tertentu. Perubahan zona waktu sempat membuat waktu berbuka terasa membingungkan bagi sebagian jemaah. Detail seperti ini baru terasa penting ketika kita sedang puasa dan berada di udara.

Dari Jeddah kami naik bus menuju Makkah, mendapat sahur di perjalanan, berhenti untuk Subuh, dan tiba di hotel sekitar pukul 07.00. Setelah itu bersiap Umrah. Di area Haram kami sempat menunggu rombongan yang ke toilet sekitar 30–60 menit, sementara cuaca sudah panas. Hari pertama terasa sangat panjang.

Saya baru merasa tubuh mulai beradaptasi sekitar hari keempat.

Dokumentasi pribadi setelah Umrah pertama di area Masjidil Haram
8 Maret 2026 · setelah menyelesaikan Umrah pertama.
Sedang mempertimbangkan I'tikaf?

Minta itinerary dan daftar persiapan dulu.

Lihat alur penerbangan, hotel, transportasi, dan kebutuhan program sebelum memutuskan.

Hotel & akses ke Haram

Kady Palace memang jauh. Yang saya khawatirkan justru tidak terjadi.

Sebelum berangkat saya sempat membayangkan shuttle hotel jauh seperti video-video yang sering lewat di FYP: orang berdesakan dan berebut bus saat pulang dari Haram.

Di perjalanan kami, bus pertama di-charter khusus untuk rombongan. Sekitar pukul 14.00–14.30 kami berkumpul di lobi, lalu bus berangkat dari depan hotel. Perjalanan pertama sekitar 20 menit menuju titik transit. Setelah itu kami turun, berjalan kira-kira lima menit, melanjutkan kendaraan berikutnya, lalu dari area akhir masih berjalan sekitar sepuluh menit menuju Masjidil Haram.

Pulang setelah Subuh juga punya pola yang jelas. Kami kembali ke posko, menunggu kelompok lengkap, lalu bus bergerak. Selama perjalanan itu saya tidak pernah ketinggalan bus. Pada malam 27, arus pejalan kaki keluar dari Haram memang sangat padat, tetapi ketika sampai area bus, proses boarding tetap teratur.

Yang perlu diketahui sebelum memilih hotel jauh: jam bus, jumlah perpindahan kendaraan, jarak jalan kaki, titik transit, posko pulang, dan apa yang dilakukan jika suatu hari jemaah memilih tidak ke Haram.
Lobi Kady Palace
Lobi Kady Palace. Suasananya terasa tenang dan sangat berguna ketika hotel dipakai untuk recovery.
Masjid di belakang Kady Palace
Masjid di belakang Kady Palace, alternatif salat berjamaah ketika kondisi badan tidak memungkinkan ke Haram.
Oleh-oleh dari area Kakiyah
Kakiyah juga dekat dari hotel dan menjadi tempat mencari sebagian kebutuhan serta oleh-oleh.

Kady sendiri nyaman untuk istirahat: kamar quad cukup lega, kamar mandi besar, air panas aman, AC dan Wi-Fi bekerja, lift relatif tidak padat. Di samping hotel ada apotek. Jadi akses ke Haram memang lebih panjang, sementara fungsi hotel sebagai tempat pulih justru terasa sangat baik.

Ritme satu hari

Setelah Zuhur, kami sudah menyiapkan satu malam penuh.

Ritme I'tikaf akhir Ramadan tidak berhenti setelah Tarawih. Dari siang sampai setelah Subuh, tubuh, makan, toilet, posisi, dan barang bawaan semuanya ikut menentukan.

Bangun, mandi, bersiapWaktu hotel terutama dipakai untuk tidur dan recovery.
Kumpul di lobiBerangkat bersama menuju Haram.
Berbuka, Magrib, Isya, TarawihPosisi dan akses mulai perlu diperhatikan.
Ibadah malam & sahurPada 10 malam terakhir ada rangkaian salat malam berikutnya.
Kembali ke posko dan hotelBus pulang bergerak per kelompok.
Catatan kecil yang baru terasa penting di sana

Ada beberapa hal yang tidak terpikirkan ketika masih packing di rumah.

Tas kabin

Saya membawa tas terlalu besar dan masih membawa laptop karena pekerjaan. Saat transit tengah malam, barang itu berubah menjadi beban nyata. Jemaah yang lebih berpengalaman justru terlihat membawa daily-carry jauh lebih ringan.

Sajadah sandar

Tidak perlu saya bawa dari Indonesia. Saya membelinya di Kakiyah sekitar 20 SAR setelah tawar-menawar. Pada malam padat, saat ruang tidak cukup untuk rebahan, sandaran kecil itu ternyata sangat membantu.

Makanan cadangan

Protein bar menjadi salah satu snack yang paling membantu ketika akses ke makanan berat terbatas. Menjelang malam 27, saya sampai meminta tambahan dari istri.

Uang & internet

Saya berangkat tanpa membawa Riyal. Cash kemudian didapat lewat tukar uang dan ATM sebagai backup. Untuk internet saya memilih roaming nomor Indonesia. Pelajarannya sederhana: jemaah perlu memahami pilihannya sebelum berangkat, bukan baru mencari solusi ketika sudah tiba.

Sajadah sandar lipat kecil
Sajadah sandar yang dibeli di Kakiyah.
Snack cokelat pistachio dari Kakiyah
Salah satu snack/oleh-oleh dari Kakiyah.
Makanan pesanan online saat di hotel
Salah satu makanan yang dipesan online saat di hotel.
Umrah I'tikaf + Lebaran · 1448 H / 2027

18 hari untuk menjalani akhir Ramadan hingga Idulfitri di Makkah.

Program 2027 tetap membawa inti yang sama: I'tikaf pada penghujung Ramadan dan Lebaran di Makkah, dengan makan dan transport hotel–Masjidil Haram yang sudah disiapkan dalam program.

Harga quadRp33.975.000
22 Februari 2027jadwal keberangkatan
18 harikeseluruhan program
45 jemaahkuota keberangkatan
IndiGostarting Jakarta
MakkahKadi Palace ★3 atau setaraf
MadinahRiyadh Al Zahra ★3 atau setaraf
Makan selama program Sahur dan buka sudah disiapkan

Madinah berupa prasmanan hotel. Di Makkah berupa nasi kotak; buka dibagikan di hotel dan sahur dibagikan di masjid.

Akses hotel Makkah Shuttle hotel ↔ Masjidil Haram

Hotel Makkah memang berjarak jauh dari Masjidil Haram. Shuttle antar-jemput sudah disediakan dalam program.

Pada pengalaman 2026, catering selama fase I'tikaf Makkah merupakan biaya tambahan. Di program MK 2027, makan utama selama program sudah masuk dalam harga paket. Jemaah juga tidak perlu mengatur kendaraan hotel–Masjidil Haram secara mandiri.

Yang termasuk dalam paket

Penerbangan internasional, hotel sesuai program, visa Umrah dan asuransi, handling selama di Saudi, tour leader dari Indonesia, transportasi sesuai program, shuttle hotel–Masjidil Haram selama fase Makkah, makan sahur dan buka selama program, bagasi sesuai ketentuan maskapai, air Zamzam, manasik Umrah, serta layanan lain sesuai program yang berlaku.

Yang perlu disiapkan di luar paket

Tiket domestik menuju Jakarta, paspor, perlengkapan Umrah, vaksin, ekstra bagasi, dan pengeluaran pribadi. Perlengkapan Umrah dapat dibeli di MK sesuai kebutuhan.

Soal Raudhah / city tour

Aktivitas yang ditandai tentative mengikuti izin, kuota, kebijakan Saudi, serta kondisi operasional yang berlaku saat keberangkatan.

Malam 27

Pukul 10 pagi, kami sudah bersiap untuk malam yang biasanya dimulai sore.

Pada hari biasa, rombongan berangkat sekitar pukul 14.00. Menjelang malam 27, jadwal dimajukan. Seorang teman yang sudah pernah mengalami malam 27 mengingatkan: begitu mendapat posisi, jangan mudah keluar hanya untuk mencari makan atau kebutuhan kecil.

Bekal saya saat itu: tiga protein bar, dua sachet madu, sajadah sandar, power bank, tumbler kecil untuk Zamzam, jaket, dan syal. Sekitar Zuhur saja area sudah terasa jauh lebih penuh daripada hari biasa.

Ibadah tetap bisa diikuti sampai Tarawih, rangkaian salat malam, Witir, dan Qunut.

Sajadah sandar yang digunakan saat I'tikaf
Sajadah sandar kecil yang dibawa untuk duduk lama ketika ruang untuk rebahan terbatas.
Arus jemaah pada pagi setelah malam 27 menuju arah Jabal Ka'bah
Pagi setelah malam 27 · arus keluar dari Haram menuju arah Jabal Ka'bah.
Setelah Subuh

Bagian paling padat justru terasa saat berjalan keluar dari Haram.

Arus pejalan kaki menuju arah Jabal Ka'bah masih sangat padat sekitar pukul 06.00. Setelah mencapai area bus, situasinya berbeda: proses naik kendaraan tetap teratur dan perjalanan kembali ke hotel berjalan normal.

Pelajaran yang saya bawa pulang: malam 27 perlu diperlakukan sebagai hari khusus sejak sebelum berangkat dari hotel, termasuk recovery, bekal, toilet, power bank, meeting point, dan keputusan kapan tubuh perlu istirahat.
Idulfitri

Saya membayangkan akan salat Id di Makkah. Kenyataannya saya tidak ikut.

Zamzam Tower pada malam takbiran
Zamzam Tower · malam takbiran.
Bertemu kembali dengan istri, mertua, dan adik ipar setelah salat Id di Makkah
Bertemu kembali dengan istri, mertua, dan adik ipar selepas salat Id. Badan belum sepenuhnya pulih, tetapi bisa berkumpul lagi di pagi Idulfitri terasa sangat membahagiakan.

Setelah malam 27, kondisi fisik saya terus turun. Malam takbiran sekitar pukul 22.00 saya mencoba menyusul istri dan mertua. Titik turun jauh dari Haram. Dalam keadaan lemas saya masih membawa oleh-oleh dari Kakiyah, dan sekitar tengah malam baru sampai di hotel istri.

Akhirnya saya memilih tetap di kamar. Istri salat Id di jalan depan hotel. Mertua bisa berada di Masjidil Haram karena sudah berangkat sejak sekitar tengah malam.

Paginya, setelah salat Id selesai, saya bertemu lagi dengan istri, mertua, dan adik ipar. Badan masih belum benar-benar pulih, tetapi melihat mereka lengkap dan tersenyum membuat pagi itu terasa jauh lebih ringan. Setelah hari-hari terakhir Ramadan kami jalani dengan ritme dan tempat yang berbeda, bisa berkumpul lagi di pagi Idulfitri menjadi salah satu momen yang paling saya syukuri.

Di titik itu saya benar-benar paham: memaksimalkan Ramadan tidak berarti memaksakan tubuh sampai tidak sanggup menjalani ibadah berikutnya.

Ziarah di Masjid Nabawi
Madinah · ziarah di area Masjid Nabawi.
Madinah

Madinah terasa seperti bagian perjalanan yang belum sempat saya nikmati.

Setelah Idulfitri rombongan menuju Madinah. Hotel Riyadh Az Zahra terasa dekat ke Masjid Nabawi, sekitar tujuh sampai sepuluh menit berjalan kaki. Tetapi kondisi badan saya belum pulih, jadi banyak waktu di Madinah lewat dalam keadaan sakit.

Upaya masuk Raudhah juga tidak berhasil meskipun travel sudah mencoba jalur izin dan Nusuk. Karena itu, hal seperti Raudhah memang lebih jujur ditulis sebagai tentative.

Justru setelah pulang, rasa ingin kembali makin kuat. Ada bagian Madinah yang terasa belum selesai.

Kalau saya berangkat lagi

Saya ingin lebih banyak hal sudah beres sebelum hari H.

Pengalaman 2026 tidak membuat saya kapok. Justru membuat saya ingin kembali dengan persiapan yang lebih matang.

Latihan fisik dan kebiasaan ibadah berjalan bersamaan.

Bukan hanya gym. Saya ingin tubuh terbiasa jalan ke masjid, berdiri lebih lama, bangun malam, puasa, dan tidur terpotong.

Daily-carry sudah diuji sebelum berangkat.

Apa yang benar-benar perlu ada di tas dari siang sampai setelah Subuh, dan apa yang sebaiknya tinggal di hotel.

Alur hotel → transit → Haram → posko pulang sudah tergambar.

Jemaah tahu jumlah perpindahan, jarak jalan kaki, landmark, dan apa yang dilakukan ketika jalur berubah.

Malam 27 punya briefing khusus.

Jam berangkat, makanan, power bank, toilet, posisi, meeting point, dan recovery dibahas sebelum hari itu tiba.

Kesehatan tidak berhenti pada daftar obat.

Perlu persiapan fisik, pola tidur, hidrasi, tanda kapan harus istirahat, dan untuk kebutuhan khusus perempuan dibicarakan lebih awal bersama tenaga kesehatan.

Uang dan internet sudah punya plan A dan plan B.

Cash, kartu/ATM, roaming, eSIM, atau SIM lokal dipahami sebagai pilihan dengan trade-off masing-masing.

Inilah dasar mengapa persiapan program MK diarahkan lebih luas dari manasik ibadah. Tata cara Umrah tetap penting, lalu ditambah simulasi ritme Ramadan, flight dan transit, hotel dan bus, crowd, makanan, kesehatan, uang, konektivitas, serta recovery. Detail akhirnya harus mengikuti operasional program 2027 dan kondisi masing-masing jemaah.

Pertanyaan yang layak ditanyakan dari awal

Kalau ini pertama kali Anda mempertimbangkan Umrah I'tikaf.

Hotel Makkah jauh dari Masjidil Haram?

Ya. Kadi Palace berada cukup jauh dari Masjidil Haram. Untuk program 2027, shuttle bus antar-jemput hotel–Masjidil Haram sudah disiapkan. Jam operasional dan titik turun akan dijelaskan dalam briefing program sebelum keberangkatan.

Apakah makan selama program sudah termasuk?

Ya. Selama di Madinah, sahur dan buka puasa disajikan prasmanan di hotel. Selama di Makkah, makan berupa nasi kotak; jatah buka dibagikan di hotel dan jatah sahur dibagikan di masjid.

Apakah semua jemaah harus ke Haram setiap malam?

Tidak semua jemaah menjalani intensitas yang sama. Pada pengalaman 2026 ada yang rutin, ada yang selang-seling, dan ada yang memprioritaskan malam ganjil. Kondisi fisik dan arahan pembimbing perlu menjadi pertimbangan.

Kalau saya first timer, apakah program ini terlalu berat?

First timer bisa ikut, tetapi perlu gambaran teknis yang lebih lengkap: transit, ritme hotel–Haram, crowd, toilet, makan, meeting point, dan recovery. Justru karena pertama kali, hal-hal itu sebaiknya dipahami sebelum keberangkatan.

IndiGo sama seperti Garuda atau Saudia?

Tidak. IndiGo bukan maskapai full service. Ketentuan makanan, minuman, bagasi, transit, dan kebutuhan selama penerbangan perlu dipahami sesuai tiket dan kebijakan maskapai yang berlaku.

Raudhah pasti bisa masuk?

Tidak dapat dijanjikan. Izin, Nusuk, kuota, dan kebijakan Saudi dapat berubah. Karena itu aktivitas seperti Raudhah ditulis tentative.

Semoga Allah memberi kita kesempatan untuk kembali ke Baitullah dalam keadaan yang lebih siap dan lebih sehat. Bagi yang belum pernah berangkat, semoga Allah menguatkan niatnya, melapangkan rezekinya, memudahkan setiap ikhtiarnya, menjaga kesehatannya, dan mempertemukannya dengan waktu terbaik untuk menjadi tamu-Nya. Aamiin.

Mulai dari kecocokan, bukan dari DP

Kalau Anda tertarik, ceritakan siapa yang ingin berangkat dan bagian mana yang masih membuat ragu.

Tim Mutiara Ka'bah bisa membantu menjelaskan ritme program, kesiapan fisik, hotel, penerbangan, pembayaran, dan hal teknis lain sebelum Anda mengambil keputusan.

PT. Mutiara Kabah Wisata · Travel Haji & Umrah · Sleman, Yogyakarta.

Izin Umrah (PPIU) U.482 Tahun 2021
Izin Haji Khusus (PIHK) 12420002324590001
HIMPUH H.090-02 Tahun 2025